Oknum Guru SMAN 3 Sungai Keruh Diduga Pungut Uang PIP Rp 200 Ribu, Siswa: “Diambil di Halaman Bank”
MUSI BANYUASIN – SN-Dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kembali mencuat. Kali ini, seorang oknum guru di SMAN 3 Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin diduga memungut uang sebesar Rp 200 ribu dari dana PIP milik siswa.
Sebagaimana diketahui, Program Indonesia Pintar (PIP) bertujuan untuk memastikan anak dari keluarga miskin atau rentan miskin tetap mendapatkan layanan pendidikan yang layak, mencegah putus sekolah, serta menarik kembali siswa yang drop-out agar kembali bersekolah. Bantuan ini diperuntukkan meringankan beban biaya personal pendidikan dan mendukung program wajib belajar 12 tahun.

Untuk tahun 2026, besaran dana PIP jenjang SMA/SMK/SMALB/Paket C sebesar Rp 1.800.000 per tahun bagi siswa kelas 10 dan 11, serta Rp 900.000 untuk siswa kelas 12, berdasarkan data terbaru 2025/2026 dari Kemendikbud.
Namun sangat disayangkan, di tengah tujuan mulia program tersebut, masih ada dugaan praktik pemungutan dana oleh oknum tertentu.
Salah satu siswa SMAN 3 Sungai Keruh mengaku dana PIP miliknya dipotong sebesar Rp 200 ribu oleh oknum guru pendamping berinisial AD Peristiwa itu disebut terjadi pada Selasa (24/2) di salah satu bank di Kota Sekayu, saat siswa tersebut mencairkan dana PIP sebesar Rp 1.800.000.
“Setelah saya ambil uang PIP Rp 1.800.000 di bank, Pak AD minta Rp 200 ribu,” ujar siswa tersebut kepada media ini.
Saat ditanya di mana uang tersebut diserahkan, siswa itu menjawab, “Di depan halaman kantor bank, Pak.”
Pengakuan ini pun menimbulkan tanda tanya besar, mengingat dana PIP seharusnya diterima utuh oleh siswa tanpa potongan dalam bentuk apa pun.
Terpisah,media ini konfirmasi pada kepala Sekolah SMAN 3 Sungai Keruh ,Saipul Amri SPd pada Kamis (26/2) terkait isu pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) oleh oknum guru pendamping inisial (AD)
“Ya pak nanti aku komfirmasi di lapangan dan nanya sama siswa nya,jawabnya singkat
Terpisah,media menghubungi dinas pendidikan provinsi Sumatera Selatan guna keberimbangan berita terkait dugaan pemotongan dana PIP oleh oknum guru pendamping ,pihak dinas akan memanggil pihak sekolah secepatnya
“Siap ,terimakasih informasinya,nanti kita tegur dan kita panggil,ujarnya singkat (*)
-












