Kondisi Memprihatinkan, SD Negeri Kelas Jauh Muara Medak Muba Ancam Keselamatan Siswa

Kondisi Memprihatinkan, SD Negeri Kelas Jauh Muara Medak Muba Ancam Keselamatan Siswa

MUBA – Straightnews.id-Kondisi fisik SD Negeri Kelas Jauh Muara Medak Kabupaten Musi Banyuasin saat ini berada pada tingkat yang memprihatinkan. Kerusakan bangunan yang semakin parah dinilai telah mengancam keselamatan para siswa dan tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan biasa.

Salah seorang warga setempat menyampaikan bahwa kondisi sekolah tersebut sudah lama mengalami kerusakan namun belum mendapat penanganan maksimal.

“Kami melihat sendiri bagaimana dinding dan lantai sekolah mulai retak. Setiap hari retakan itu semakin melebar dan tentu ini sangat membahayakan anak-anak,” ujarnya.

Kerusakan Yang Mengkhawatirkan

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bagian bangunan menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius. Struktur dinding terlihat mengalami kerusakan, sementara lantai di beberapa ruang kelas tampak retak.

“Kalau musim hujan, atap bocor di mana-mana. Ruang kelas seperti kamar mandi karena air masuk dari atas. Anak-anak jadi tidak nyaman belajar,” kata salah satu orang tua siswa.

Tak hanya itu, area parkir sekolah juga disebut dalam kondisi buruk dan belum memenuhi standar kebersihan serta keamanan. Sementara jalur akses menuju sekolah dinilai kurang layak, terutama saat cuaca buruk.

“Kalau hujan turun, jalan menuju sekolah licin dan becek. Anak-anak berisiko jatuh saat berangkat maupun pulang sekolah,” tambah warga lainnya.

Keselamatan Siswa Harus Jadi Prioritas

Para orang tua berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka menegaskan bahwa keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama.

“Anak-anak ini generasi penerus bangsa. Mereka berhak mendapatkan tempat belajar yang aman dan nyaman. Jangan sampai ada korban baru kemudian dilakukan perbaikan,” tegas seorang wali murid.

Menurutnya, kondisi bangunan yang tidak layak bukan hanya menghambat proses belajar mengajar, tetapi juga menempatkan nyawa dan kesehatan siswa pada risiko yang tidak perlu.

“Setiap hari kami khawatir, apakah anak kami bisa belajar dengan tenang atau tidak. Kami hanya ingin mereka sekolah dengan aman,” katanya.

Seruan Peninjauan dan Pembangunan Ulang

Masyarakat mendesak agar dilakukan peninjauan menyeluruh terhadap kondisi sekolah tersebut. Mereka meminta adanya langkah konkret berupa renovasi besar atau bahkan pembangunan ulang.

“Kami berharap pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin, segera mengambil tindakan nyata. Jangan tunggu sampai bangunan ini roboh,” ujar tokoh masyarakat setempat.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait sangat diperlukan agar sekolah tersebut kembali menjadi tempat belajar yang layak.

“Kualitas pendidikan bukan hanya soal kurikulum dan guru, tapi juga lingkungan belajar. Sudah saatnya kita bersama memastikan setiap anak di Musi Banyuasin mendapatkan hak atas pendidikan yang aman dan layak,” pungkasnya.

Terpisah Kepala Bidang Sekolah Dasar ,Muri ,saat dikonfirmasi media pada Selasa (17/2) tidak memberi tanggapan hingga berita ditayang

Tanggapan Ketua PWI Muba

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muba, Intan Heldiana Putri, S.IP,saat di minta tanggapan media pada Rabu (18/2) sangat menyayangkan sikap sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin yang enggan memberikan tanggapan kepada media terkait kondisi gedung SD di Muara Medak yang dinilai tidak layak.

“Sangat disayangkan, masih ada beberapa pejabat publik yang selalu menghindar dari awak media. Seharusnya pejabat publik membuka komunikasi setransparan mungkin kepada pers,” tegas Intan saat dimintai tanggapannya.

Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bagian dari tanggung jawab pejabat publik kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa media memiliki fungsi kontrol sosial yang dijamin oleh undang-undang, sehingga setiap konfirmasi yang dilakukan wartawan seharusnya ditanggapi secara profesional.

“Walaupun pada akhirnya berita tetap bisa ditayangkan tanpa tanggapan narasumber, selama wartawan sudah memenuhi syarat dan melakukan konfirmasi sesuai prosedur, itu sah secara kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Intan juga menekankan bahwa wartawan yang melakukan konfirmasi telah menunjukkan identitas secara lengkap dan merupakan jurnalis yang kompeten.

“Apalagi wartawan yang melakukan konfirmasi sudah memperlihatkan identitasnya dengan jelas dan merupakan wartawan yang berkompeten. Tidak ada alasan untuk menghindar. Transparansi justru akan membangun kepercayaan publik,” tambahnya.

Ia berharap ke depan seluruh pejabat publik, khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin, dapat lebih terbuka terhadap media demi terciptanya pemerintahan yang akuntabel dan berpihak pada kepentingan masyarakat(Ir)

 

-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *