Resah Kehilangan Ternak, Warga Lubuk Ketepeng Minta Polisi Bongkar Jaringan Pencuri Kerbau

Resah Kehilangan Ternak, Warga Lubuk Ketepeng Minta Polisi Bongkar Jaringan Pencuri Kerbau

OKI, straightnews.Id – Akhir-akhir ini para pemilik ternak kerbau semakin resah, akibat maraknya aksi pencurian ternak di kawasan wilayah Desa Lubuk ketepeng Kecamatan Jejawi, Pasca Hari Raya Idul Adha.
Sementara jumlah kehilangan hewan ternak kerbau di kawasan Jejawi tersebut, dalam dua Bulan April – Mei ini sudah mencapai belasan ekor milik warga setempat.

Warga kita semakin resah dengan kasus kehilangan hewan ternak, dalam dua bulan terakhir ini sudah belasan ekor kerbau hilang yang diduga dicuri orang tak dikenal,” kata salah satu peternak Desa lubuk ketepeng, Joni minggu(31/5/2026).

Dijelaskannya, bahwa ternak yang telah hilang tersebut milik saya pada Sabtu, 30 Mei 2026 dini hari berkisar pukul 01 malam, kami kehilangan kerbau 2 ekor di dalam kandang. Sudah digembok bahkan kandang nya terbuat dari besi namun gemboknya dibobol maling, kandang tetangga terbuat dari kayu aman tidak ada kehilangan, sepertinya memang sudah direncanakan oleh pencuri untuk membobol kandang kami. Ungkapnya.

Menurutnya selama ini beberapa peternak lainnya membayar uang keamanan kepada oknum di desa Lubuk ketepeng berkisar 5 juta hingga 10 juta per tahun. Namun kami memang tidak ikut membayar sebab uang yang harus dibayarkan tidak ada kordinasi dengan pemerintahan setempat ataupun Pemkab dan aparat penegak hukum tentu kami sangat berkeberatan, bahkan peternak yang sudah membayar uang keamanan juga mengalami kehilangan kerbau, ungkap Joni kepada awak media

Adapun kerbau yang hilang dalam kurun waktu dua bulan terakhir di desa lubuk ketepeng dan sekitarnya masing masing milik : Nasiro 1 ekor kerbau, Marwa 1 ekor kerbau
Lebih kurang 2 bulan yg lalu, Amir 2 ekor kerbau, Nang 1 ekor kerbau
Riki 2 sapi
Lebih kurang 1,5 bulan lalu .
Kehilangan dari desa talang cempedak
Sih 2 ekor kerbau
Sapet 2 ekor kerbau
Lebih kurang 1 bulan yang lalu, dak Joni 2 ekor kerbau

Kesemua ternak yang telah hilang tersebut, hingga berita ini diterbitkan (31/5/2026) belum berhasil ditemukan, karena besar dugaan hewan ternak tersebut dicuri oleh sindikat maling.

Kami sudah melaporkan kepada pihak Kepolisian Sektor Jejawi atas peristiwa kehilangan kerbau di dalam kandang tersebut. Warga sangat berharap agar aksi sindikat pencurian ini dapat segera terungkap oleh aparat Kepolisian”. Jelasnya

Kapolsek Jejawi, Iptu Adhy Usman, SH, MH Membenarkan kejadian ini dan telah menerima laporan warga.

Saat ini masih dalam lidik introgasi saksi saksi dan pasti ditindak lanjuti”. tutupnya.(**)

-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *