BOMBASTIS! Diduga Galian C Tanpa Izin di Desa Purnajaya, Nama Haji Saipul Jadi Sorotan Warga
STRAIGHTNEWS.ID
Purnajaya – Aktivitas galian C yang diduga tanpa izin di Desa Purnajaya menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, kegiatan tersebut disebut-sebut menyebabkan kerusakan parah pada akses jalan warga, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas galian C tersebut diduga dikelola oleh seorang pengusaha bernama Haji Saipul. Warga menilai kegiatan tersebut berjalan cukup lama, namun hingga kini belum terlihat adanya tindakan tegas dari pihak berwenang.
Kegiatan penambangan galian C diduga tanpa izin di Desa Purnajaya menyebabkan kerusakan jalan yang cukup parah, terutama pada jalur yang sering dilalui kendaraan pengangkut material.
Aktivitas tersebut diduga berkaitan dengan seorang pengusaha bernama Haji Saipul, sementara warga sekitar menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya
Kegiatan penambangan itu berada di wilayah Desa Purnajaya, yang kini menjadi sorotan masyarakat karena kondisi jalan yang rusak.
Menurut keterangan warga, aktivitas tersebut telah berlangsung cukup lama, namun hingga saat ini belum terlihat adanya penanganan serius terkait dampak kerusakan jalan.
Kerusakan jalan diduga disebabkan oleh lalu lintas kendaraan berat pengangkut material galian, yang setiap hari melintas di jalan desa yang tidak dirancang untuk menahan beban berat.
Akibat aktivitas tersebut, jalan desa yang sebelumnya dapat dilalui dengan baik kini mengalami kerusakan parah, berlubang dan sulit dilalui kendaraan warga. Kondisi ini membuat masyarakat merasa dirugikan dan berharap adanya perhatian dari pemerintah serta aparat penegak hukum.
Sejumlah warga berharap pihak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan pengecekan terhadap legalitas aktivitas galian C tersebut.
“Kalau memang tidak memiliki izin, kami berharap ada tindakan tegas. Jalan ini dipakai masyarakat setiap hari, bukan hanya untuk aktivitas tambang,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat juga berharap agar aktivitas yang merusak fasilitas umum dapat dihentikan, serta dilakukan perbaikan terhadap jalan yang telah mengalami kerusakan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun dari pihak pengelola galian C mengenai dugaan aktivitas tersebut.(tim)
-












