Banyuasin- STRAIGHTNEWS.ID-Warga di wilayah Kenten Laut, Talang Keramat, Sei Sedapat, hingga sejumlah perumahan di Kabupaten Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mengeluhkan buruknya kualitas pelayanan air bersih dari PERUMDA Tirta Bertuah.
Air yang mengalir ke rumah-rumah warga disebut berwarna hitam pekat, cokelat, dan berbau tidak sedap. Keluhan tersebut kembali mencuat pada Minggu (22/2/2026).
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa persoalan ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi nyata dari pihak terkait.
“Sebenarnya keluhan ini sudah lama kami sampaikan, tapi seperti tidak ada penyelesaian. Dalam beberapa pekan terakhir, air yang mengalir justru semakin keruh, berwarna hitam pekat, dan berbau busuk. Padahal kami harus menunggu berminggu-minggu sampai air mengalir. Kami minta solusi dari pemerintah,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Perumahan Griya Damai Indah, Polygon, Taman Sari I, dan Taman Sari II. Mereka mengaku kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari memasak hingga kebutuhan sanitasi.
Adi Rambang, warga Griya Damai Indah, mengatakan air yang mengalir tidak layak digunakan.
“Airnya hitam dan baunya menyengat. Tidak berani dipakai untuk mandi, apalagi untuk konsumsi. Kadang berhari-hari juga tidak mengalir,” ungkapnya kepada wartawan Jumat lalu.
Menurut warga, persoalan ini bukan hal baru. Namun dalam beberapa waktu terakhir, kualitas air dinilai semakin memburuk. Sebagian warga bahkan terpaksa membeli air bersih demi memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Mutadin, Ketua RT di Komplek Griya Damai Indah, menyebut pihaknya sudah berulang kali melaporkan permasalahan tersebut kepada pengelola air, namun belum ada perbaikan signifikan.
“Kami berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar janji,” tegasnya.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan anggota DPRD setempat segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan kualitas air serta evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan perusahaan daerah tersebut.
Rommel, warga lainnya yang sempat merekam kondisi air keruh dari pipa PDAM, menyatakan kekecewaannya.
“Kami ini pelanggan yang rutin membayar. Tapi yang kami dapat air keruh, kehitaman, dan bau. Jauh dari layak pakai,” katanya.
Adapun tuntutan warga antara lain:
1. Air bersih yang layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
2. Distribusi air mengalir sesuai jadwal.
3. Minimal lima hari sekali air dapat mengalir secara normal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen PERUMDA Tirta Bertuah terkait penyebab air berwarna hitam dan berbau tersebut, termasuk langkah penanganan yang akan dilakukan.
Sebagai wilayah penyangga Kota Palembang dengan pertumbuhan permukiman yang pesat, Kabupaten Banyuasin membutuhkan pelayanan air bersih yang memadai. Warga menilai, sebagai daerah yang masuk dalam kawasan ekonomi khusus dan memiliki banyak perusahaan serta industri, pemerintah daerah seharusnya mampu menjamin layanan dasar yang memenuhi standar kesehatan.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar pelayanan air bersih kembali normal. Jika tidak, warga menyatakan siap melakukan aksi bersama sebagai bentuk protes atas buruknya pelayanan yang diterima.
Editor: Bang One
-






