Straightnews.id |Palembang _ Kasus penangkapan anggota DPRD Muara Enim inisial KT dan anaknya RA pada Rabu (18/02) lalu, hingga saat ini mendapatkan pengawalan serius dari Lembaga Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) dan Pemerhati Situasi Terkini (PST).
Selasa (17/03/2026) pada saat menggelar aksi damai di Kejati Sumsel, Direktur Eksekutif SIRA Rahmat Sandi Iqbal, SH mengatakan, KT dan RA ditangkap atas dugaan telah menerima Gratifikasi (fee proyek) Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu di Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim sebesar Rp1,6 miliar.
Proyek asal Dinas PUPR Muara Enim tersebut dikerjakan oleh PT Dana Dipa dengan nilai anggaran sekitar Rp7 Miliar.
Berbicara soal gratifikasi, Rahmat Sandi menegaskan, setiap penerima suap berarti ada pemberi. Namun, pemberi suap tersebut hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka. Dan, itu merupakan tugas penting bagi Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) dalam mengungkap kasus tindak pidana gratifikasi proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu.
“Kami menduga pemberi suap tersebut adalah Direktur Utama (Dirut) PT Dana Dipa, maka dari itu kami minta kepada Kejati Sumsel untuk segera dipanggil dan diperiksa. Apabila terbukti, maka segera tetapkan sebagai tersangka,” ujar Rahmat Sandi.
Hal serupa di benarkan oleh Dian HS selaku Ketua Lembaga PST, dimana ia mengungkapkan, hampir semua proyek yang ada di Dinas PUPR Muara Enim diduga sudah di kondisikan oleh Kabid AMPL Dinas PUPR Muara Enim inisial IS atas arahan dari HM yang merupakan anggota DPRD Muara Enim dari Praksi Partai Golkar juga merupakan adik dari Bupati Muara Enim.
“Menurut keterangan TK ada aliran dana 400 Juta Rupiah untuk anggota DPRD Muara Enim inisial HM,” kata Dian.
Dian juga menegaskan, Kejati Sumsel jangan tebang pilih dalam mengungkap kasus korupsi di Kabupaten Muara Enim.
“Kami minta kepada Kejati Sumsel periksa juga Bupati Muara Enim karena diduga mengetahui pemberian fee proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu yang merupakan proyek strategis di Dinas PUPR Muara Enim termasuk pembangunan gapura 16 titik yang ada di Dinas Perkimtan Muara Enim,” pungkas Dian tutup pembicaraan.
(CH)
-











