Dugaan Manipulasi Data Siswa di SMK Aulia Palembang, Aktivitas Belajar Disebut Nihil

Dugaan Manipulasi Data Siswa di SMK Aulia Palembang, Aktivitas Belajar Disebut Nihil

SUNGAI BUAH, PALEMBANG — Straightnews.id — Dugaan manipulasi data jumlah siswa mencuat di SMK Aulia Palembang yang beralamat di Jalan Gotong Royong, Kelurahan Sei Buah, Kecamatan Ilir Timur II.

Berdasarkan data dari aplikasi Jaringan Pencegahan Korupsi (JAGA) KPK, tercatat jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai 100 orang.
Namun, hasil investigasi di lapangan menunjukkan fakta berbeda.

Narasumber menyebutkan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tidak berlangsung, bahkan jumlah siswa diduga nihil.
“Kegiatan belajar mengajar tidak ada, siswa juga tidak terlihat,” ungkap salah satu narasumber kepada media ini

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya manipulasi data oleh pihak sekolah.

Narasumber juga mengungkapkan bahwa sebelumnya siswa yang terdaftar di SMK Aulia telah dipindahkan ke SMA Bhakti Nusantara sejak semester ganjil tahun ajaran 2025/2026.

“Setahu kami, siswa sudah dipindahkan ke SMA Bhakti Nusantara sejak semester ganjil kemarin,” ujarnya.

Ketidaksesuaian antara data resmi dan kondisi faktual di lapangan ini menjadi perhatian serius. Pasalnya, data jumlah siswa berkaitan erat dengan berbagai aspek administratif, termasuk penyaluran bantuan pendidikan serta akreditasi sekolah.

Terpisah, Hasbullah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sekolah SMK Aulia saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (26/3) menyatakan dirinya tidak lagi menjabat.

“Mohon maaf sebelumnya pak, saya sudah tidak menjabat Ka. SMK AULIA,” jelasnya.

Sementara itu, Mitrisno selaku Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan saat dikonfirmasi terkait nomor kontak kepala sekolah SMK Aulia mengaku tidak mengetahuinya.

“Maaf pak, saya dak punyo nomor WA SMK tersebut, mohon maaf,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SMK Aulia maupun instansi terkait mengenai dugaan tersebut.

Diharapkan pihak berwenang segera melakukan klarifikasi dan investigasi lebih lanjut guna memastikan kebenaran informasi serta menindaklanjuti jika ditemukan adanya pelanggaran.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan data pendidikan. (*)

-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *