News  

Prospek, Peluang dan Ancaman Ekonomi AS dan Sekutunya di Kawasan ASEAN-IndoPasifik


Prospek, Peluang dan Ancaman Ekonomi AS dan Sekutunya di Kawasan ASEAN – Indo Pasifik

OPINI, StraightNews.id – Sejumlah negara di ASEAN, juga termasuk diantara 13 negara di INDO PASIFIK (AseanIndopasific, red), tercatat International Monetary Foundation, Amerika Serikat (IMF-AS) mulai menunjukkan kembali peta hubungan ekonomi saling menguntungkan antar negara internasional, dibalik itu, utamanya untuk sektor perumahan rakyat dan properti swasta kepada pemerintah kota Beijing, China. China menjadi sebagai mitra strategis negara-negara makin meluas sepanjang 2025-2026 belanja negara-negara seperti Brunei, Myanmar, India, Nepal, Filipina, meningkat signifikan.

Indonesia memilih stabil dalam kebijakan ekonomi di sektor properti, namun demikian bagi Amerika Serikat (AS) menganggap sejumlah negara tersebut dikatakan justru semakin rentan dalam kesadaran penggunaan keuangan negaranya.

Dalam catatan Surat Kabar Financial Times (5/2026), kontribusi aktif yang stabil, dalam tabel infografis (IPDF, Vol-51/I/2026), kemitraan strategis “Negara – Swasta – Umum” di 13 negara AseanIndopasific pada satu dekade 2022-2024 telah menyentuh angka 60% pangsa penjualan tertuju ke Beijing.

Hal tersebut, dikatakan pakar ekonom IMF-AS, harus ditangkal, karena bisa menjadi titik lemah atas eksploitasi kontrol ekonomi kolaborasi China, seperti Iran, Korea Utara, dan Rusia (Chirkur, red).

Pihak pejabat militer AS mengungkap, Chirkur akan dikenakan sanksi keras dengan rangkaian persenjataan ekonomi komprehensif dari dan antar mitra AS, sebagai bentuk penangkalan dan pelumpuhan kolaborasi antar negara AseanIndopasific dengan Chirkur.

HARMONI INDONESIA-RUSIA
Media militer IPDF menyebut, Chirkur memberikan sebuah bonus peningkatan kapasitas militer kepada mitra strategisnya, seperti kapasitas peningkatan keprajuritan, teknologi rudal, drone kematian, kapabilitas taktis militer siber, dan teknologi ruang angkasa, seperti salah satu langkah yang dikatakan langsung oleh Presiden Rusia kepada Presiden Prabowo belum lama ini, adanya peluang kerjasama Indonesia – Rusia dalam teknologi ruang angkasa dan pemanfaatan energi nuklir untuk kepentingan damai. (IPDF/FINC/IMF/KOM/NAS)

*Aljon Ali Sagara, S.Sos., C.IPL., C.PSH., C.SA.

•Jurnalis Senior Bidang Sosio-GeoPolitik Indonesia
•Ketua DPP Bidang Kajian Isu Strategis dan Advokasi Kebijakan Publik, Laskar Generasi Indonesia Berani, “Laskar Gibran” (2026-2030)
•IPDF Magazine Contributor Reader, Indo Pasific Defense Forum Magazine, AS (2010-2012)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *