Gerak Nyata dari Sumatera Barat, Laskar Gibran Ubah Sampah Jadi Uang demi memaksimalkan Kampung Bebas Sampah melalui Ekonomi Sirkular

Gerak Nyata dari Sumatera Barat, Laskar Gibran Ubah Sampah Jadi Uang demi memaksimalkan Kampung Bebas Sampah melalui Ekonomi Sirkular

SUMBAR, StraightNews.id – Program Kampung Bebas Sampah perdana dijalankan di Sumatera Barat, yang dikembangkan bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Gibran sebagai bagian dari strategi nasional berbasis ekonomi sirkular.

Program ini dijalankan melalui kolaborasi LASKAR GIBRAN dengan KEPUL sebagai mitra strategis dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi. Melalui ekosistem ini, masyarakat didorong untuk memilah, mengelola, hingga menjual sampah daur ulang secara mudah, transparan, dan bernilai ekonomis.

Inisiatif ini tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume sampah, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Sampah yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat menjadi sumber pendapatan sekaligus membuka peluang kerja baru berbasis komunitas.

Secara nasional, KEPUL telah menunjukkan capaian signifikan dengan mengelola lebih dari 6.000 ton sampah daur ulang, melibatkan lebih dari 75.000 pengguna, serta bermitra dengan lebih dari 11.500 pelaku usaha di berbagai sektor. Selain itu, kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon juga mencapai lebih dari 14.000 ton CO₂, sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.

Program Kampung Bebas Sampah yang diinisiasi DPP Laskar Gibran ini diharapkan menjadi model pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang terintegrasi dengan teknologi melalui platform KEPUL, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan.

Laskar Gibran menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan pemerintah di sektor lingkungan hidup dan ekonomi kerakyatan.

Ke depan, program ini akan terus diperluas ke berbagai daerah sebagai gerakan nasional yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat menuju Indonesia emas 2045, ujar Nia selaku Ketua DPW Sumatera Barat.(LG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *