Bukan Cuma Sekolah! Epi Riyani: Pendidikan Adalah Kunci Menuju Indonesia Emas
Palembang, Straightnews.Id 02.mei.2026
Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada hari ini, 2 Mei, momentum ini kembali menjadi pengingat kuat akan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia demi masa depan Indonesia yang lebih gemilang.
Tokoh akademisi dan praktisi pendidikan, Epi Riyani, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan memegang peranan krusial dalam mencetak generasi penerus yang kompeten dan berdaya saing.
Menurutnya, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan di dalam ruang kelas semata, melainkan fondasi utama bagi kemajuan sebuah bangsa dan negara.
Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang
Epi Riyani menyampaikan bahwa tantangan global yang semakin kompleks di era modern ini menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan adaptasi dan daya saing yang tinggi.
“Pendidikan itu sangat penting untuk generasi penerus bangsa Indonesia. Tanpa pendidikan yang kuat dan merata, sulit bagi kita untuk mencapai visi Indonesia Emas,” tegasnya.
Ada tiga poin utama yang ditekankan dalam peringatan Hardiknas kali ini:
✅ Pembentukan Karakter
Pendidikan harus mampu melahirkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan moralitas yang luhur.
✅ Adaptasi Teknologi
Generasi penerus harus dibekali dengan literasi digital yang memadai agar mampu berinovasi dan bersaing di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.
✅ Kesetaraan Akses
Pemerataan kualitas pendidikan di seluruh pelosok negeri menjadi keniscayaan, agar setiap anak bangsa memiliki peluang yang sama untuk berkembang.
Momentum Refleksi bagi Tenaga Pendidik
Sebagai seorang akademisi, Epi Riyani juga mengajak seluruh sejawat pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi dan dedikasi. Peran guru dan dosen dianggap sebagai katalisator utama yang akan menentukan arah perkembangan minat serta bakat peserta didik.
Peringatan Hardiknas tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni belaka, tetapi menjadi titik balik bagi penguatan sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif dan berkualitas.
(Red.one)
-











