Enceng Gondok dan Sampah Rumah Tangga Menumpuk di Pinggiran Sungai Musi Kawasan Kuto Batu

Enceng Gondok dan Sampah Rumah Tangga Menumpuk di Pinggiran Sungai Musi Kawasan Kuto Batu

PALEMBANG – SN-Kondisi lingkungan di sepanjang pinggiran Sungai Musi, tepatnya di kawasan Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan Ilir Timur 3, Kota Palembang, kembali memprihatinkan. Area tersebut kini tertutup oleh tumpukan sampah yang bercampur dengan tanaman enceng gondok yang tumbuh sangat lebat, pada Minggu (03/05/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 17.45 WIB, penumpukan sampah dan pertumbuhan enceng gondok terlihat sangat signifikan di lokasi Lorong Asia, RT 01 RW 01. Sampah-sampah tersebut tampak mengapung dan menumpuk di pinggiran sungai, sementara enceng gondok memenuhi permukaan air hingga menyelimuti sebagian besar aliran sungai di wilayah tersebut.

Salah satu warga setempat berinisial ZA mengungkapkan bahwa kondisi ini bukan pertama kali terjadi. “Dulu sebenarnya sudah pernah ada tindakan pembersihan, tapi sekarang masalahnya muncul lagi. Bahkan sekarang sampahnya makin banyak dan enceng gondoknya sangat lebat sekali memenuhi pinggiran sungai di wilayah Kuto Batu,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut ZA, keberadaan sampah dan enceng gondok tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi mengganggu aliran air. “Kalau dibiarkan terus, ini bisa jadi sarang penyakit dan memperparah kondisi lingkungan di sini,” tambahnya.
Harapan Warga

Warga berharap adanya perhatian serius dari pihak berwenang untuk segera menangani persoalan tersebut. Mereka juga meminta adanya tindakan tegas terhadap oknum masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.
“Kami berharap ada tindakan tegas dari pihak terkait, terutama bagi warga yang masih bandel dan membuang sampah di sungai. Ini kan jadi sumber masalah utama,” tegas ZA.

Selain penegakan aturan, warga juga meminta pemerintah setempat menyediakan fasilitas pembuangan sampah yang memadai. “Kami juga berharap pemerintah menyediakan tempat pembuangan sampah yang layak, supaya warga tidak kesulitan dan tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi terkait jadwal pembersihan lanjutan dari instansi terkait untuk mengatasi permasalahan lingkungan di kawasan tersebut.(*)

(Kamil)

-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *