🔥 KETUK PINTU DI TENGAH MALAM, PANJI BANGSA SUMSEL ANTAR HARAPAN UNTUK WARGA KURANG MAMPU

🔥 KETUK PINTU DI TENGAH MALAM, PANJI BANGSA SUMSEL ANTAR HARAPAN UNTUK WARGA KURANG MAMPU

PALEMBANG – STRAIGHTNEWS.ID

Di saat sebagian orang bersiap berbuka puasa bersama keluarga, langkah kaki para kader DKW Panji Bangsa Sumatera Selatan justru menyusuri lorong-lorong sempit permukiman warga.

Mereka mengetuk pintu satu per satu.
Bukan untuk kepentingan politik.
Bukan untuk seremoni.
Tapi untuk memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.

Karung beras dipanggul. Diserahkan langsung. Tatap muka. Tanpa perantara.

Beberapa warga tak mampu menyembunyikan rasa haru. Ada yang terdiam, ada yang berkaca-kaca. Di tengah tekanan ekonomi yang masih terasa, bantuan itu bukan sekadar beras—tetapi simbol bahwa mereka tidak dilupakan.

Gerakan ini merupakan bagian dari komitmen “Panji Bangsa Melayani” yang ditegaskan oleh Ketua Umum Dewan Komando Pusat Panji Bangsa, Rivky Abdul Halim, Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. Ia menekankan bahwa Panji Bangsa harus hadir nyata, bukan hanya dalam struktur organisasi, tetapi di tengah denyut kehidupan masyarakat.

Di Sumatera Selatan, aksi ini digerakkan oleh Ketua Panji Bangsa Sumsel Aziz Ari Saputra (Anggota DPRD Provinsi Sumsel) yang diwakili Sekretaris Wilayah Muri Rizki bersama Bendahara Emir Faisal, S.E., dan jajaran pengurus lainnya.

Mereka tidak sekadar membagikan bantuan. Mereka melihat langsung kondisi rumah warga. Mereka mendengar cerita-cerita tentang kesulitan hidup. Mereka memastikan bantuan tepat sasaran.

“Kami tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi rutinitas Ramadhan. Ini adalah gerakan sosial yang akan terus berjalan,” tegas Muri Rizki.

Didukung Pembina DKW Panji Bangsa Sumsel, H. Nasrul Halim, SH, kegiatan berlangsung hingga malam hari. Tanpa sorotan berlebihan. Tanpa panggung besar. Hanya lorong sempit, lampu rumah yang redup, dan doa-doa yang terucap lirih dari warga penerima.

Di bulan suci ini, Panji Bangsa Sumsel ingin membuktikan satu hal:
Melayani bukan slogan.
Melayani adalah tindakan.

Editor.*one

-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *