Air PAM Tirta Randik Tak Mengalir Dua Hari, Warga Perumnas dan IBI Keluhkan Krisis Air
Musi Banyuasin – Warga Perumnas, Perumahan IBI, serta sejumlah wilayah di Sekayu mengeluhkan aliran air dari PAM Tirta Randik yang tidak mengalir selama dua hari terakhir. Kondisi ini memicu keluhan luas karena mengganggu aktivitas sehari-hari, terlebih di bulan puasa.
Salah satu warga Perumnas mengungkapkan keresahannya.
“Sudah dua hari dua malam kami tidak dapat air. Untuk mandi dan mencuci saja susah, apalagi kebutuhan lainnya,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Keluhan juga datang dari warga di sekitar Masjid Al Ikhlas Perumnas. Mereka meminta adanya penjelasan resmi dari pihak PAM.
“Air di tempat kami macet sudah dua hari, tolong diberi penjelasan oleh PAM,” kata warga.
Sejumlah warga bahkan mengaku terpaksa mencari alternatif sumber air. “Terpaksa pakai mesin sedot atau numpang ke tempat lain. Kadang air hidup sebentar, habis itu mati lagi,” ungkap warga lainnya.
Selain itu, warga menilai pelayanan PAM belum maksimal karena minimnya informasi saat terjadi gangguan. “Kami ini pelanggan, rutin bayar tiap bulan.
Jadi kami juga berhak dapat pelayanan yang baik. Minimal ada pemberitahuan supaya kami bisa antisipasi,” tegasnya.
Keluhan juga muncul dari warga Kampung 4, Kampung 6 hingga Kampung 7 yang menyebut distribusi air sering tidak stabil selama bulan Ramadan. “Kadang hidup sebentar, lalu mati lagi. Sudah sering terjadi, apalagi tahun ini makin sering macet,” ujar warga.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak PAM Tirta Randik melalui pesan yang beredar menyampaikan permohonan maaf atas gangguan distribusi air. Disebutkan bahwa gangguan terjadi akibat kerusakan pada pompa penyedot (intake) di sungai.
“Distribusi dihentikan sementara karena ada trouble pada pompa hisap di sungai. Saat ini sudah dilakukan perbaikan dan aliran air mulai dihidupkan kembali,” tulis pihak PAM dalam keterangannya.
Meski demikian, warga berharap perbaikan tidak hanya bersifat sementara dan meminta adanya solusi jangka panjang. “Jangan tiap minggu ada kendala. Kami butuh air setiap hari, apalagi saat puasa,” keluh warga.
Warga juga mendesak agar pimpinan daerah turut turun tangan melihat kondisi tersebut. “Harapan kami ada perhatian serius dari pimpinan, supaya masalah air ini tidak terus berulang,” pungkasnya.
-











