Saiful Anuar Penderita Stroke di Sekayu Bertahan Hidup di Gubuk Reot, Anak Mengaku Sempat Ditolak Saat Minta Bantuan

Saiful Anuar Penderita Stroke di Sekayu Bertahan Hidup di Gubuk Reot, Anak Mengaku Sempat Ditolak Saat Minta Bantuan

SEKAYU – SN-Kehidupan memprihatinkan dialami Saiful Anuar (60), warga kurang mampu di sudut Kota Sekayu. Bersama anak, istri, dan cucunya, ia harus bertahan hidup di sebuah gubuk berukuran 3×5 meter yang jauh dari kata layak huni.

Kondisi gubuk yang ditempati Saiful sudah rusak parah. Dinding rumah yang berlubang membuat mereka harus menahan dinginnya udara setiap malam.

Saiful sendiri telah menderita stroke selama lima tahun terakhir. Kondisi itu membuatnya tidak lagi mampu bekerja dan hanya bisa pasrah menjalani hidup di tengah keterbatasan ekonomi.

Dalam kondisi tersebut, Debi (24), anak Saiful, menjadi tulang punggung keluarga. Ia bekerja sebagai buruh serabutan di Kota Sekayu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, meski penghasilannya sangat terbatas.

Debi mengaku sempat berupaya meminta bantuan sembako ke kantor Baznas Kecamatan Sekayu, namun tidak berhasil.

“Saya beberapa minggu lalu mencoba meminta bantuan sembako di Baznas, namun pihak Baznas menolak dengan alasan warga yang meminta bantuan sudah banyak,” ujar Debi kepada media pada Jumat (1/5).

Ia juga menceritakan kondisi ayahnya yang mengalami stroke akibat kecelakaan tabrak lari beberapa tahun lalu. Hingga kini, pelaku belum diketahui keberadaannya.

“Bapak saya stroke sudah beberapa tahun karena kecelakaan tabrak lari, dan pelakunya hingga saat ini tidak menyerahkan diri. Sedangkan ibu saya juga sakit-sakitan, dan keduanya ikut saya,” ucapnya lirih.

Kisah keluarga ini menjadi potret nyata kehidupan warga kurang mampu yang masih membutuhkan perhatian dan uluran tangan dari berbagai pihak, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit saat ini.(*)

-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *