WARGA AIR ITAM RESAH, ALIRAN SUNGAI TERCEMAR DAN TERSUMBAT SAMPAH

WARGA AIR ITAM RESAH, ALIRAN SUNGAI TERCEMAR DAN TERSUMBAT SAMPAH

PALEMBANG – Straightnews.id – Warga di kawasan Air Itam, Kota Palembang, kini dilanda kekhawatiran dan kerepotan akibat kondisi aliran sungai yang semakin memprihatinkan. Sungai yang seharusnya mengalir lancar kini tertutup tumpukan sampah yang menumpuk, menyebabkan aliran air menjadi tersumbat dan terhambat. Keluhan ini disampaikan langsung oleh warga setempat pada hari ini, Rabu (07/05/2026).

Menurut keterangan warga, masalah pencemaran dan penumpukan sampah di sungai ini sudah berlangsung cukup lama namun tidak kunjung mendapatkan solusi yang maksimal. Sampah-sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan kini memenuhi permukaan air hingga menghalangi arus sungai.

Dampak Banjir dan Sarang Penyakit

Akibat aliran yang tersumbat tersebut, dampak negatif mulai dirasakan oleh masyarakat sekitar. Salah satu ancaman terbesar yang mengintai adalah risiko banjir. Ketika debit air hujan turun atau air pasang, aliran yang sudah tertutup sampah tidak mampu menampung volume air, sehingga berpotensi meluap dan menggenangi permukiman warga.

Selain masalah banjir, kondisi sungai yang kotor dan berbau ini juga dikhawatirkan menjadi sarang penyakit. Genangan air yang bercampur dengan limbah dan sampah organik menjadi tempat yang ideal bagi perkembangbiakan nyamuk dan bakteri, yang dapat memicu berbagai penyakit kulit, pernapasan, hingga penyakit menular lainnya.

Sudah Berkali-kali Ditegur, Namun Masih Terjadi

Dalam perbincangannya, warga mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap perilaku oknum masyarakat yang masih saja membuang sampah ke sungai. Mereka menegaskan bahwa upaya penyadaran sudah dilakukan, namun kesadaran tersebut belum sepenuhnya tertanam.

“Sudah berapo kali menegur warga yang membuang sampah ke sungai, tapi maseh be,” ujar salah satu warga dengan nada kesal, menandakan bahwa peringatan yang diberikan sering kali diabaikan.

Warga berharap, adanya perhatian lebih dari pihak terkait, baik dinas lingkungan hidup maupun pemerintah setempat, untuk segera melakukan penanganan berupa pengerukan sampah dan memberikan sosialisasi yang tegas agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai demi menjaga kebersihan lingkungan bersama.

-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *