Uji Kompetensi Sertifikasi BNSP versi Bengkel Las Agar Cepat Naik Kelas

Uji Kompetensi Sertifikasi BNSP versi Bengkel Las Agar Cepat Naik Kelas

JAKARTA, StraightNews.id – Komunitas Bengkel Las Indonesia (KBLI) bersama Kampuh Welding Cikarang (KWC) melihat, meratanya pembangunan sejumlah kawasan industri di berbagai daerah saat ini, berdampak pada mendesaknya kebutuhan tenaga kerja bersertifikat dengan kompetensi yang tepat pula.

Kepedulian KBLI dan KWC menjadi langkah strategis ditempuh sebagai bentuk pengabdian masyarakat, khususnya untuk kalangan UMKM Bengkel Las yang diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam rangkaian penyaluran tenaga kerja yang kompeten

Sebagai wujud komitmennya, KBLI dan KWC memberikan beasiswa 60%, dari kebutuhan standar biaya sertifikasi kompetensi yang umumnya berada di kisaran Rp.5 juta, ” Pada program kali ini, para peserta cukup membayar Rp.2 juta saja. Dengan modul teori dan praktik, difasilitasi peralatan dan mesin modern, APD lengkap, material uji serta makan siang,” kata Direktur Kampuh Welding Cikarang Arif Yulianto, dalam rilis media Senin (18/5/26).

Arif mengatakan, kegiatan akan dilaksanakan selama satu hari penuh, pada 15 Juni 2026 nanti, yang didedikasikan untuk para pekerja tehnik dan juga para pemilik bengkel las.

“Sejauh ini belum ada perhatian dari pemerintah yang meng-upgrade tenaga kerja di bengkel las. Padahal mereka adalah tulang punggung pembangunan infrastruktur saat ini, sekaligus ujung tombak pemasaran besi baja nasional,” jelas Arif.

Pada nota kesepakatan (MOU) yang telah ditandatangani kedua belah pihak terkait,  penyelenggara berharap kiranya dapat terus sejalan dengan misi Kampuh Welding Indonesia yang berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur.

“Menjadi jembatan untuk peningkatan SDM bidang pengelasan. Dengan kombinasi dari 3 aspek yaitu, keahlian (skill), sikap (attitude) dan pengetahuan (knowledge), niscaya kerjasama ini akan melahirkan juru las yang berdaya saing tinggi, meski dimulai hanya dari halaman bengkel las rumahan,” pungkasnya.

Langkah bijaksana tersebut diapresiasi tinggi oleh Sekretaris Jenderal KBLI Nirwan Lesmana. Nirwan mengatakan, “Lantaran agenda kolaborasi pelatihan memang sangat penting buat para juru las dan amat dibutuhkan. Banyak sekali juru las otodidak dari kalangan bengkel las. Mereka punya kemampuan yang mumpuni, tapi tak bisa berkembang, hanya karena selembar kertas yang disebut Sertifikat BNSP,” ujar lelaki berkepala plontos itu dengan mata berbinar.

Nirwan optimis dan berharap semoga langkah ini bisa menjadi momentum kebangkitan bagi kalangan industriawan, instansi pemerintah dan pihak yang lebih luas, agar lebih peduli dengan UMKM Bengkel Las di tanah air. “SalamPijar Silaturahmi Sinergi Kolaborasi,” tandas Nirwan. (KBLI/KWC/NAS)

KETERANGAN FOTO: ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *