Media Straightnews.id Wilayah Sumut
HUMBAHAS – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan tokoh-tokoh adat beserta insan PERS, salah satunnya yang mewakili Insan PERS adalah M Simamora ikut menyoroti penuh atas perjuangan Arsitek Friedrich silaban sebagai Pahlawan nasional.
Atas karya-karyanya untuk merancang sejumlah bangunan di Indonesia, salah satunnya Masjid Istiqlal sebagai Masjid terbesar di Asia tenggara, yang juga dipandang sebagai simbol toleransi keberagaman, dan pemersatu bangsa.
Atas hal itu juga, Pemerintah Kabupaten Humbahas kembali memberikan dukungannya pada Jumat (23/10/202).
Dalam hal tersebut, Timbo Eriko Silaban, M.Pd. adalah salah satunnya sebagai inisiator utama yang memimpin pergerakan dan memperjuangkan pengakuan negara untuk menetapkan arsitek legendaris Friedrich Silaban sebagai Pahlawan Nasional. Khusus di Provinsi Sumatera Utara (tanah kelahiran sang arsitek), gerakan pengusulan ini terus digelorakan secara masif melalui jalur akademik, birokrasi, dan penggalangan dukungan publik.
Baca: PMPB Sumsel Membagikan Masker Gratis di SMP Negeri 4 Talang Kelapa
Berikut adalah poin-poin penting (pencerahan) terkait gerakan pengusulan Calon Pahlawan Nasional yang dipimpin oleh Eriko Silaban:
1. Sosok yang Diusulkan: Friedrich Silaban
• Identitas & Asal Daerah: Friedrich Silaban adalah arsitek legendaris kebanggaan Indonesia yang lahir di Bonan Dolok, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara pada 16 Desember 1912.
• Mahakarya Monumental: Ia merupakan perancang bangunan-bangunan ikonik yang menjadi wajah, identitas, dan simbol kedaulatan bangsa Indonesia, di antaranya Masjid Istiqlal, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Monumen Nasional (Monas), dan Gedung Bank Indonesia.
• Simbol Toleransi: Sebagai seorang Kristen Batak Protestan yang merancang Masjid Istiqlal (Masjid Negara terbesar di Asia Tenggara), karya dan kehidupan Friedrich Silaban dipandang sebagai simbol toleransi, keberagaman, dan pemersatu bangsa.
2. Upaya dan Progres Khusus di Sumatera Utara
Gerakan yang dipimpin oleh Dr. Eriko Silaban di tingkat daerah telah mencapai beberapa tahapan teknis, administratif, dan sosiologis penting:
• Penerbitan SK TP2GD: Surat Keputusan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) dari Bupati Humbang Hasundutan (daerah asal Friedrich) telah resmi terbit.
• Penyusunan Naskah Akademik: Tim bentukan daerah sedang melakukan kajian historis, sosiologis, dan medis-akademik guna membuktikan bahwa Friedrich Silaban layak menyandang gelar Pahlawan Nasional di Bidang Pembangunan berdasarkan UU No. 20 Tahun 2009. Berkas dari kabupaten ini nantinya akan diteruskan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebelum diajukan ke Kementerian Sosial RI.
Baca: HSB Salurkan Bantuan Rp12 Juta untuk Korban Kebakaran di 8 Ulu Palembang, 38 KK Terdampak
• Aksi Dukungan Massa: Penggalangan dukungan moral telah digulirkan secara masif di Sumatera Utara, salah satunya melalui aksi pengumpulan sebanyak mungkin hingga sampai ke masyarakat luas.
3. Dukungan Lintas Sektoral di Tingkat Nasional
Selain bergerak di basis wilayah Sumatera Utara, gerakan yang diinisiasi oleh Dr. Eriko Silaban (yang juga bertindak sebagai Tenaga Ahli DPR RI) ini mendapat respons positif dari berbagai lembaga tinggi negara:
• Fraksi Partai NasDem DPR RI: Secara politik, Fraksi NasDem berkomitmen penuh mengawal administrasi dan mendorong usulan ini langsung ke pemerintah pusat.
• Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) & Pengurus Masjid Istiqlal: Dua organisasi besar ini turut memberikan rekomendasi resmi dan dokumen pendukung demi melengkapi persyaratan gelar kepahlawanan.
Melalui inisiasi Dr. Eriko Silaban, perjuangan ini diharapkan dapat segera rampung secara administratif di tingkat Provinsi Sumatera Utara untuk kemudian diserahkan secara resmi kepada Presiden Republik Indonesia.
*Penulis: M Simaora.
-












