Kades Upang Marga Klarifikasi Isu Program SERASI: Tak Ada Pipa 4 Inci dan BPK Nyatakan Tidak Ada Temuan

Kades Upang Marga Klarifikasi Isu Program SERASI: Tak Ada Pipa 4 Inci dan BPK Nyatakan Tidak Ada Temuan

Banyuasin – Straightnews.id-Kepala Desa Upang Marga, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Saiful Lizan, memberikan klarifikasi atas pemberitaan terkait pelaksanaan Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) di wilayahnya. Klarifikasi tersebut disampaikan agar informasi yang beredar di masyarakat dapat disajikan secara berimbang dan proporsional.

“Berkaitan dengan berita yang beredar, perlu kami luruskan supaya informasi yang disampaikan bisa berimbang,” ujar

Saiful Lizan saat memberikan penjelasan, Rabu (7/1/2026).

Saiful Lizan menegaskan, berdasarkan ingatan dan data yang diketahuinya, tidak ada penggunaan pipa berukuran 4 inci dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pipa yang digunakan di lapangan justru berukuran lebih besar.

“Menurut seingat kami, untuk pipa tidak ada yang memakai ukuran 4 inci. Yang digunakan itu pipa 8 inci, 10 inci, dan 12 inci,” tegasnya.

Terkait luasan lahan pertanian, Saiful Lizan menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Desa Upang Marga merupakan lahan persawahan, terutama yang berada di belakang pemukiman warga dari Dusun 1 hingga Dusun 4.

“Perlu diketahui, mulai dari belakang pemukiman warga Dusun 1 sampai Dusun 4 itu semuanya lahan persawahan, kecuali yang ada tanggul dan ditanami pohon kelapa,” jelasnya.

Ia mengakui memang terdapat warga yang berkebun kelapa, namun berdasarkan informasi dari penyuluh pertanian, lahan tersebut tidak masuk dalam Program SERASI.

“Memang ada yang berkebun kelapa, tapi menurut informasi dari penyuluh, itu tidak masuk dalam program,” katanya.

Khusus Dusun 5, Saiful Lizan menyebutkan bahwa hampir seluruh wilayahnya merupakan lahan pertanian, meskipun sebagian kepemilikan lahan dikuasai oleh warga dari desa tetangga.

“Untuk Dusun 5, hampir sebagian besar lahan pertanian semua. Adapun yang memiliki lahan, sebagian besar adalah warga desa tetangga,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan kondisi geografis Desa Upang Marga yang wilayahnya memanjang lebih dari 20 kilometer.

“Secara geografis, wilayah Upang Marga memanjang kurang lebih 20 kilometer, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Upang Induk dan sebelah utara berbatasan dengan Jalur 6 Air Salek,” bebernya.

Lebih lanjut, Saiful Lizan menilai Program SERASI memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi pertanian. Sebelum program tersebut berjalan, petani disebut belum mampu mengoptimalkan indeks pertanaman (IP) 200.

“Sebelum adanya Program SERASI, petani belum maksimal untuk IP 200. Setelah adanya program ini, alhamdulillah IP 200 menjadi maksimal hasilnya,” ujarnya.

Bahkan, Desa Upang Marga disebut menjadi salah satu penyumbang gabah terbesar di Kecamatan Air Salek.

“Upang Marga menjadi salah satu penyumbang gabah terbesar di Kecamatan Air Salek,” tambahnya.

Menutup klarifikasinya, Saiful Lizan menegaskan bahwa seluruh kegiatan Program SERASI di Desa Upang Marga telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Pusat, baik dari sisi administrasi maupun fisik.

“Alhamdulillah, pada waktu itu semuanya sudah diaudit oleh BPK Pusat, baik secara administrasi maupun fisik, dan tidak ada temuan,” pungkasnya.(*)

-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *