Wibawa Guru Tercoreng Akibat Ulah Dua Siswi, Salah Satu Siswi Diduga Berulangkali Terlibat Pelanggaran
PALEMBANG -SN- Dunia pendidikan kembali menjadi menjadi pusat perhatian setelah dugaan perilaku tidak pantas yang melibatkan dua siswi di salah satu SMP swasta yang terletak di wilayah Kecamatan Ilir Timur Dua Kota Palembang.
Menurut informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi saat jam pelajaran masih berlangsung. Kedua siswi ini diduga meninggalkan kelas tanpa pengawasan hingga akhirnya kedapatan melakukan perbuatan asusila di dalam toilet sekolah.
“Saya pernah melihat mereka berdua beberapa kali masuk ke toilet yang sama. Sempat terpikir untuk bertanya karena ada sepuluh menit mereka didalam toilet” ujar salah satu wali siswa (P) yang sedang menunggu anaknya pulang, Kamis (23/4)
“Bahkan kejadian ini sudah berlangsung dari bulan Desember 2025” salah satu wali siswa turut menimpali.
P juga mengatakan, jika siswa siswa dapat dengan mudah meninggalkan kelas pada saat jam pelajaran berlangsung, dan ini menunjukkan lemahnya kontrol dan pengawasan dari pihak sekolah.
“Ini tidak bisa dipandang sebagai masalah kedisiplinan biasa karena sudah menyangkut moral dan akhlak siswa, karena saya beberapa kali melihat keduanya berpegangan tangan di lingkungan sekolah”, ujar salah satu sumber yang enggan disebut namanya.
Dari informasi yang didapat, pihak sekolah disebut sudah memanggil kedua wali siswi tersebut. Dan salah satu wali siswi dikabarkan memohon kepada pihak sekolah agar anaknya tidak dikeluarkan dari sekolah dengan alasan masa kelulusan sudah semakin dekat. Dan berjanji akan memberi pembinaan kepada anaknya.
Namun pada kenyataannya, kondisi ini disebut makin memprihatinkan. Karena perilaku kedua siswa diduga masih terus berlanjut.
“Aku nyingok mereka jalan dan saling rangkul pas nak balek sekolah,” ujar salah satu wali murid (N) yang sedang menunggu anaknya pulang kepada awak media Senin (4/27)
Masih menurut N “Salah satu dari budak duo tu la berapo kali buat masalah. Dio tu pernah ngoco kawan sekelasnya, la sering buat surat perjanjian jugo”.
Saat awak media melakukan investigasi Selasa (28/4), salah satu warga yang tinggal di sekitar kawasan pendidikan yang diketahui terdiri dari SD, SMP dan SMK dalam satu area tersebut mengatakan, “Sabtu kemaren tu aku nyingok duo siswa tu lagi berbuat yang dak pantas sebagai siswa di lapangan sekolah, Ado budak lain jugo yang nyingok.” Dan ini dibenarkan oleh dua warga yang juga hadir.
Masyarakat berharap adanya tindakan tegas namun bijaksana dari pihak sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Terutama mengingat adanya korelasi hubungan yang tidak wajar oleh kedua siswi. Dan inipun bisa memberi efek negatif kepada siswa lain, juga jatuhnya wibawa guru dan rusaknya nama baik sekolah. Penangan tidak hanya diperlukan dalam bentuk sanksi disiplin, tetapi juga melalui pembinaan karakter, pendampingan serta perlindungan terhadap seluruh siswa agar lingkungan belajar tetap aman dan sehat.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa dunia pendidikan bukan hanya soal pretasi akademik. Tetapi juga tentang pembentukan karakter, disiplin, dan tanggung jawab moral demi menjaga martabat pendidikan itu sendiri.
Pada kesempatan terpisah, KS Sintiya saat dikonfirmasi media melalui WA nomor +62 896-2902 xxx (4/25) tidak memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.
Sementara itu, Kadiknas Kota Palembang H.Muhammad Affan Prapanca, MT. IPM, saat dikonfirmasi media pada Selasa (17/2) tidak memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.(*)
-











