Waspada! Modus Baru,Maling Kabel Arde Nyamar Jadi Pegawai PLN, Warga Tidak Curiga Sedikitpun!

Waspada! Modus Baru,Maling Kabel Arde Nyamar Jadi Pegawai PLN, Warga Tidak Curiga Sedikitpun!

PALEMBANG (Straightnews.id) – Kasus dugaan pencurian kabel jenis Arde dan Gerdu milik PLN yang terjadi di lingkungan Jalan Istiqomah, Kelurahan Gandus, RT 19 RW 06, Kecamatan Gandus, ternyata bukanlah kejadian yang pertama kali terjadi. Pihak PLN Kantor Cabang Sukarame membenarkan kasus serupa kerap terjadi di berbagai wilayah dengan modus operandi yang sama dan sangat merugikan.

Konfirmasi ini disampaikan langsung oleh Manajer PLN Cabang Sukarame, Satriya, saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon WhatsApp, Senin (1/5/2026). Menindaklanjuti laporan warga yang cepat, tim teknis PLN langsung bergerak turun ke lokasi untuk melakukan penanganan segera, mulai dari pengecekan kerusakan hingga pemasangan kabel Arde yang baru demi memulihkan keamanan dan pasokan listrik.

Salah satu petugas teknis yang sedang bertugas di lokasi penggantian, Suganda, mengungkapkan rasa prihatinnya atas kejadian ini. Menurutnya, modus pencurian seperti ini sudah sangat sering terjadi dan kerap menimbulkan kerugian besar bagi pihak perusahaan maupun masyarakat luas.

“Begitu laporan masuk dari warga, kami langsung turun ke lapangan untuk mengantisipasi dan segera memasang kabel Arde yang baru. Modus seperti ini sangat merugikan, dan faktanya kejadian serupa sudah sering kali terjadi di Kota Palembang ini,” ungkap Suganda di sela-sela pekerjaan pemasangan instalasi baru.

Pentingnya Kabel Arde: Pengaman Utama Keselamatan Listrik

Perlu diketahui, kabel Arde atau sering disebut kabel grounding merupakan komponen pengaman yang sangat krusial dalam instalasi listrik. Kabel ini berfungsi menghubungkan perangkat maupun jaringan listrik ke tanah (bumi), yang bertugas mengalirkan arus bocor, kelebihan beban, maupun arus sisa yang berbahaya.

Fungsi kabel ini sangat vital, yaitu untuk mencegah terjadinya sengatan listrik pada manusia, menghindari risiko korsleting yang memicu kebakaran, serta melindungi peralatan elektronik dan instalasi dari kerusakan parah akibat sambaran petir atau lonjakan tegangan. Hilangnya atau terputusnya kabel ini berarti menghilangkan lapisan pengaman utama sistem kelistrikan, sehingga sangat membahayakan keselamatan warga.

Modus Menyamar Pakai Atribut Lengkap, Warga Awalnya Tak Curiga

Seperti yang diungkapkan saksi mata setempat, Gunawan, pelaku beraksi dengan cara cerdik, menyamar lengkap menggunakan atribut PLN persis seperti petugas asli, sehingga warga yang melihatnya tidak memiliki kecurigaan sedikit pun dan mengira mereka sedang melakukan tugas resmi.

Gunawan sempat menanyakan aktivitas yang dilakukan orang yang sedang memanjat tiang tersebut, namun pelaku menjawab santai bahwa hanya sedang menyambung kabel. Baru setelah terjadi pemadaman dan dilakukan pengecekan, diketahui fakta mengerikan bahwa kabel pengaman tersebut justru banyak yang terpotong dan hilang dibawa kabur.

Menurut keterangan Satriya, modus penyamaran inilah yang kini banyak digunakan pelaku kejahatan karena sangat efektif untuk mengecoh masyarakat.

“Mereka ini berani beraksi menggunakan atribut lengkap, entah beli dari mana asalnya, ada yang pakai motor ada juga yang pakai mobil, penampilannya persis seperti petugas sungguhan. Makanya warga jadi tidak curiga, apalagi kalau diberi alasan sedang menyambung atau memperbaiki kabel,” jelasnya.

Kendati demikian, Satriya menegaskan bahwa petugas resmi PLN yang bekerja di lapangan selalu dilengkapi dengan surat tugas serta identitas resmi, dan umumnya bergerak dalam bentuk tim, bukan sendirian. Warga diimbau untuk mulai membedakan ciri-ciri tersebut demi keamanan bersama.

Sudah Dilaporkan ke Polsek Gandus, Pelacakan Sedang Diintensifkan

Satriya juga menyampaikan bahwa untuk kejadian di lokasi ini maupun kejadian serupa yang pernah terjadi sebelumnya, manajemen PLN selalu menempuh jalur hukum dengan melaporkan tindak pidana perusakan dan pencurian aset negara ini ke aparat penegak hukum, tepatnya ke Polsek Gandus.

“Sudah kita lapor ke Polsek Gandus, dan proses hukum sedang dijalankan. Kami sangat berterima kasih kepada warga yang peduli dan berani menjadi saksi seperti Bapak Gunawan dan warga lainnya, keterangan saksi sangat membantu proses penyidikan aparat kepolisian,” tambahnya.

Saat ini, tim gabungan dari pihak PLN dan kepolisian sedang berupaya mengintensifkan pelacakan jejak pelaku, termasuk meminta bantuan warga sekitar untuk memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di lingkungan tersebut guna mendapatkan gambaran jelas mengenai ciri-ciri pelaku maupun kendaraan yang digunakan.

Himbauan Resmi PLN: Aset Bersama, Warga Sebagai Mitra Pengawas

Mengingat jumlah aset kelistrikan yang tersebar sangat luas di berbagai titik dan tidak mungkin dapat dipantau oleh petugas secara satu per satu selama 24 jam penuh, pihak PLN melalui Satriya mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjadi mata dan telinga pengawas bersama.

“Kami minta bantuan seluruh warga, petugas keamanan lingkungan, maupun pengelola perumahan untuk lebih waspada. Jika melihat ada gerak-gerik mencurigakan, orang memanjat tiang tanpa surat tugas jelas, atau terlihat memutus kabel, tolong segera hubungi kami atau langsung lapor ke kepolisian. Aset ini milik kita bersama, jika rusak atau hilang, yang rugi dan terganggu kenyamanannya juga masyarakat luas,” tegas Satriya dalam pernyataannya.

Harapannya, dengan sinergi yang kuat antara pihak PLN, kepolisian, dan kesadaran tinggi dari warga, modus pencurian yang sangat merugikan dan membahayakan keselamatan ini dapat segera diputus rantainya, dan pelaku dapat segera ditangkap dalam waktu dekat.

Red.One

-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *