HUMBAHAS – Straigtnews.id // Wakil Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan, Junita Rebeka Marbun, melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung ke lokasi panen jagung jenis pioner yang berlokasi di desa Lobutua, kecamatan Lintongnihuta, pada Rabu, (24/06/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemantauan lapangan guna memastikan perkembangan program pertanian unggulan yang digalakkan dan dikembangkan oleh kelompok tani binaan di wilayah tersebut berjalan sesuai harapan.
Dalam peninjauan tersebut, tercatat bahwa dari lahan seluas 6 rante yang dipanen, diperoleh hasil sekitar 3 ton jagung dengan kualitas yang dinilai cukup baik.
Hingga saat ini, pengembangan jagung pioner telah meluas dan tersebar di 9 titik lokasi penanaman yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan, menandakan antusiasme petani yang terus meningkat dalam mengembangkan komoditas baru ini.
Ketua Kelompok Tani “Genebo” atau Generasi Bonandolok, Jonto R Lumbantoruan, menyampaikan dalam keterangannya di lokasi panen bahwa pihaknya saat ini memfokuskan pengembangan usaha tani pada dua komoditas andalan, yaitu jagung pioner dan tembakau.
Kedua komoditas ini dipilih karena dinilai memiliki daya adaptasi yang cukup baik terhadap kondisi tanah dan iklim setempat serta memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan bagi kesejahteraan anggota kelompok.
Lebih lanjut dijelaskan, selain jagung dan tembakau, kelompok tani juga telah melaksanakan uji coba penanaman komoditas lain seperti bawang merah dan bawang putih sebagai upaya diversifikasi usaha.
Namun, berdasarkan pengalaman yang didapat, bawang putih menjadi jenis tanaman yang paling sulit dikembangkan secara optimal di wilayah Humbang Hasundutan.
Hal ini disebabkan oleh karakteristik kesuburan tanah, ketersediaan air, serta kondisi iklim yang belum sepenuhnya mendukung pertumbuhan tanaman tersebut secara maksimal.
Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian utama adalah kepastian pemasaran hasil pertanian. Terkait hal ini, para petani menyampaikan bahwa mereka telah menjalin kerja sama yang jelas dan terstruktur.
Khusus untuk komoditas tembakau, kerja sama dilakukan dengan perusahaan pengolahan tembakau terpercaya, yaitu Sumatra Tobacco Trading Company (STTC), dengan sistem perjanjian kontrak yang berlaku hingga masa panen selesai.
“Kami telah memiliki jaringan penjualan yang pasti. Untuk tembakau, kami bekerja sama dengan STTC dan sudah terikat kontrak untuk memasok hingga 5.000 batang tembakau.
Harga beli per kilogram pun sudah ditetapkan sejak awal oleh pihak perusahaan pengolah, sehingga kami tidak perlu khawatir soal fluktuasi harga di pasar,” tegas Jonto.
Wakil Bupati, Junita Rebeka Marbun dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat dan kerja keras kelompok tani Genebo dalam mengembangkan usaha pertanian.
Ia menilai, pola kemitraan yang terjalin antara petani dan pihak industri menjadi model yang sangat baik untuk menjamin keberlangsungan usaha serta kestabilan pendapatan petani. Bersamaan dengan barisan para prtani, Wabup juga mengatakan kepada wartawan pada (24/6).
“Pemerintah daerah akan terus mendukung upaya pengembangan sektor pertanian, baik melalui pendampingan teknis, penyediaan informasi pasar, maupun memfasilitasi kemitraan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Kami berharap keberhasilan di Desa Lobutua ini dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lain, sehingga sektor pertanian benar-benar menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat dan penggerak utama pembangunan daerah Humbang Hasundutan,” tutur Wabup.
Dengan adanya kepastian pasar dan pengelolaan yang semakin terarah, diharapkan hasil pertanian yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu bersaing dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi kesejahteraan seluruh petani di Kabupaten Humbang Hasundutan. (MS)
-











